بسم الله الرحمان الرحيم

Thursday, February 16, 2012

Fakta Relativitas Waktu dan Pembuktian Dalam Al-Qur'an

Hai temanku, taukah kalian apa itu relativitas waktu? Dan mengapa relativitas waktu erat kaitannya dengan scince dan islam.

Relativitas waktu adalah sebuah fakta ilmiah, yang telah dijelaskan oleh Einstein dengan teori relativitas waktunya pada tahun 20an, sebelumnya manusia tidak bisa menjelaskan relativitas waktu, Einstein menjelaskan relativitas waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dan dalam Al Qur'an juga sudah menjelaskan tentang waktu pada berbagai ayat.

Ayat-ayat yang membahas itu adalah sebagai berikut:

"Dan mereka meminta agar azab itu disegerakan. dan Allah tidak pernah mengingkari janjinya. Sesungguhnya sehari di sisi tuhanmu adalah seperti seribu dalam perhitungan. (Al Qur'an, 22:47)
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) Allah dalam satu hari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
 (Al Qur'an, 70:4)

Dalam ayat tersebut menyebutkan bahwa manusia merasakan hidup di bumi dengan merasakan waktu yang berbeda, dan terkadang manusia merasakan waktu yang sebentar itu sebagai waktu yang sangat lama:

"Allah bertanya: berapa lama kamu tinggal di bumi ?' Mereka menjawab: 'kami tinggal (di bumi) dalam waktu sehari atau setengah hari,' Allah berfirman: 'kamu tinggal di bumi dengan waktu yang sebentar saja, jika kamu mengetahuinya'. (al Qur'an 23:112-114)

Semua fakta-fakta itu sudah di jelaskan AL Qur'an yang mulai turun tahun 610M.Itu membuktikan bahwa AL Qur'an benar-benar kitab suci yang diturunkan oleh Allah.

Atap yang Terpelihara

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Gambar ini memperlihatkan
sejumlah meteor yang
hendak menumbuk bumi.
Benda-benda langit
yang berlalu lalang di ruang
angkasa dapat menjadi
ancaman serius bagi Bumi.
Tapi Allah, Pencipta
Maha Sempurna,
 telah menjadikan atmosfir
sebagai atap yang
melindungi bumi.
Berkat pelindung
istimewa ini,
 kebanyakan meteorid
tidak mampu menghantam
bumi karena terlanjur hancur
 berkeping-keping
ketika masih
berada di atmosfir.

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
(dikutip dari Keajaiban Al-Qur'an - Harun Yahya)

Wednesday, February 15, 2012

Garis Edar

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)

Semua benda
langit termasuk planet,
satelit yang mengiringi planet,
bintang, dan bahkan
galaksi, memiliki orbit
atau garis edar
 mereka masing-masing.
Semua orbit ini telah
ditetapkan berdasarkan
perhitungan
yang sangat teliti
dengan cermat.
 Yang membangun dan
memelihara tatanan
sempurna ini adalah Allah,
 Pencipta seluruh sekalian alam
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.


Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.
(dikutip dari Keajaiban Al-Qur'an - Harun Yahya)

Pemisahan Langit dan Bumi

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)
Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

(dikutip dari Keajaiban Al-Qur'an - Harun Yahya)

Penciptaan Alam Semesta

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
(dikutip dari Keajaiban Al-Qur'an - Harun Yahya)

Tuesday, February 14, 2012

Misteri Surat Yasin-Bag3

Detector dan Keajaiban sidik Jari

Ayat berikutnya yang menyangkut ilmu sains yang terdapat surat Yaasin, dapat kita lihat pada ayat ke-65. “Pada hari ini Kami tutup mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”.
Di antara ni’mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaan nya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.
Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ?
(catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:
jari  kelingking: ada empat ruas
Jarimanis:  ada empat ruas
jari tengah: ada empat ruas
jari telunjuk: ada empat ruas
jarijempol (ibujari): ada tiga ruas
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas

Misteri Surat Yasin-Bag2

Astronomi dan transportasi


Ayat ke 37-40. “ dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam;kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan. Dan meatahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia  seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan san malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

Penemuan terhadap peredaran bumi diporosnya dan perputaran bumi mengelilingi atahari dianggap sebagai penemuan paling menakjubkan di dalam ilmu astronomi. Akan tetapi, Al-Qur’an telah mendahului penemuan dari ilmu ini sejak ribuan tahun sebelumnya. Ilmu pengetahuan modern tidak mampu memecahkan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an mengenai peredaran matahari,  kecuali pada masa-masa terakhir.
Ayat-ayat Al-Qur’an di atas telah mengumpulkan informasi-informasi yang dianggap sebagai bantuan utama terhadap ilmu pengetahuan dan bagi para ilmuwan. Ayat tersebut mengatakan bahwa sesungguhnya sistem tata surya dan benda-benda yang berada di sekitarnya bergerak di orbitnya masing-masing. Sementara matahari beredar dari jarak yang jauh dari benda-benda langit itu. jadi matahari tidak akan mengjar bulan karena ia berputar pada tempat yang telah ditetapkan baginya.
ilmuwan yang pertama kali mengatakan peredaran bumi pada porosnya adalah Copernicus pada tahun 1543, atau 1000 tahun setelah Al-Quran. Ia juga menegaskan bahwa pergerakan matahari yang tampak oleh manusia, pada hakekatnya adalah pengaruh dari perputaran bumi terhadap matahari. Gagasannya mendapat tantangan dari para pendeta yang saat itu menggap bumi sebagai pusat tata surya. Namun akhirnya mereka sampai pada kesimpulan yang telah ditetapkan Al-Qur’an sebelumnya.

Misteri Surat Yasin-Bag1

Gelombang Suara

Ayat ke- 29 : “.Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.” Ayat ke- 49. Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar?”
Suara, merupakan salah satu contoh gelombang yang memindahkan energi dalam perambatannya. Energi suara yang sangat dahsyat inilah (sangkakala) yang pertama inilah yang dapat menghancurkan bumi ini. Penelitian dan eksperimen   telah dilakukan untuk menguji gelombang suara dan manfaatnya dalam kehidupan. Konon Amerika memiliki senjata suara  SONIC yang dulu di pakai dalam perang vietnam.
Selama ini, yang kita tahu laser dimanfaatkan untuk  pencahayaan dan persenjataan. Selain itu, ternyata laser juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suara.
Para peneliti menamakan teknologi laser suara itu dengan “Saser”. Saser  bisa memperoduksi berbagai gelombang suara yang bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian komputer bahkan mendeteksi ada atau tidaknya senjata berbahaya.  ”Setelah 50 tahun penemuan laser, kami ingin mengembangkannya menjadi  sebuah teknologi yang potensial,” kata Profesor Anthony Kent dari Universitas Nottingham, Inggris.
Saser menggunakan gelombang suara dari getaran yang disebut phonon. Saat  distimulasi dengan sumber listrik, phonon akan mengeluarkan suara berkekuatan tinggi.
Saser adalah alat pertama di dunia yang bisa mengeluarkan suara dengan frekuensi terahertz dan gelombang suaranya bisa mencapai miliaran meter.
Saser ini merupakan perkembangan dari teknologi laser yang ditemukan  pertama kali secara teori oleh ilmuwan, Albert Einstein pada 1917. Akan tetapi teori tersebut baru direalisasikan pada tahun 1960. Dalam  perkembangannya, laser tidak hanya digunakan untuk pencahayaan tetapi juga untuk bidang kedokteran hingga industri.

Sunday, February 12, 2012

Rahasia Keagungan Al-Quran di balik Teori Kerelatifan Einstein

Mungkin ada yang akan beranggapan bahawa artikel ini hanya akan memperkayakan lagi fahaman Bucaillisme atau gejala tumpang sekaki (meminjam istilah yang gunakan oleh Profesor Dr. Shaharir Mohamad Zain) di kalangan umat Islam. Namun ia tidaklah menjadi suatu kesalahan sekiranya kita ingin melihat keagungan Al-Quran di sebalik kajian-kajian saintifik sains moden dalam mengesahkan kebenaran Al-Quran sebagai kalamullah.
Dalam Surah An-Naml ayat 88, Allah berfirman,
Dan engkau melihat gunung –ganang, engkau menyangkanya tetap membeku, padahal ia bergerak cepat seperti bergeraknya awan, demikianlah perbuatan Allah yang telah membuat tiap-tiap sesuatu dengan serapi-rapi dan sebaik-baiknya. Sesungguhnya Ia amat mendalam pengetahuannya akan apa yang kamu lakukan.

Seawal abad ke-2 sebelum masehi, ahli falsafah terkemuka Aristotle telah mengemukakan model geosentrikuntuk menerangkan keadaan bumi di alam semesta. Model geosentrik ini menyatakan kedudukan bumi adalah pusat alam semesta, statik, dan diorbit oleh matahari serta planet lain. Pendapat ini turut disokong oleh model matematik yang di kemukan oleh Ptolemy bagi mengesahkan sokongan beliau terhadap model geosentrik ini.
Model ini bertahan sehingga abad ke 16 sehingga seorang ahli sains terkemuka pada waktu itu, Nicholas Copernicus memperkenalkan model heliosentrik yang menyangkal idea yang dibawa oleh Aristotle melalui model geosentrik. Model heliosentrik ini menyatakan bahawa matahari adalah pusat alam semesta dan setiap planet termasuk bumi bergerak mengelilingi matahari. Model heliosentrik ini terbukti kebenarannya dengan sokongan ahli sains selepas beliau yang mengemukakan teori-teori yang mengesahkan model ini. Penciptaan teleskop juga memudahkan pencerapan alam semesta yang turut membuktikan kesahihan model tersebut.

Tumbuhan Bertasbih

Bukti Tumbuhan Bertasbih
MENCENGANGKAN PARA ILMUWAN BARAT

Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan selama hamper 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.

Prof.William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.Padahal seperti diakui oleh sang professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa , akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa.

Pada kesempatan terakhir , fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 harimengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu”.


Sunday, February 5, 2012

KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT UNTUK NABI

KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT UNTUK NABI 

Allah SWT berfirman, 
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-nya." (Al-Ahzab: 56) 
Imam Al-Bukhari meriwayatkan, Abu 'Aliyah berkata, "Shalawat Allah adalah berupa pujianNya untuk nabi di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat adalah do'a (untuk beliau)." Ibnu Abbas berkata, 
"Bershalawat artinya mendo'akan supaya diberkati." 
Maksud dari ayat di atas, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya yaitu, 
"Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala menggambarkan kepada segenap hambaNya tentang kedudukan seorang hamba-Nya, nabi dan kekasihNya di sisiNya di alam arwah, bahwa sesung-guhnya Dia memujinya di hadapan para malaikat. Dan sesungguhnya para malaikat bershalawat untuknya. Kemudian Allah memerintahkan